Aku kembali ke kelas dengan wajah datar. Di depan kelas, aku berteriak. "Luna! Cherry! Nita!" teriakku menggegerkan seluruh kelas. Sontak, seluruh kelas terkejut. Luna, Cherry dan Nita langsung mendatangiku. "Ada apa?" tanya Luna, cemas. "Ayo, ke kantin sekarang! Pokoknya ikut!" jawabku singkat. Aku bergegas lari. *** Ahya, kalo ini gak penting, aku gak bakal maafin kamu buang waktuku mengerjakan tugas Bahasa Inggris, gumam dalam hati sembari berlari dengan kawananku mengikuti Ahya. Di kantin, aku terkejut bahwa banyak orang berkerumun. Sesuatu yang heboh terjadi, sepertinya, pikirku. Ahya membuka jalan untuk kami lewat, dan aku sangat terkejut melihat Lia tak berdaya. Aku berlari menuju Lia dan mendekati temanku yang sering sakit itu. Kali ini, dia nampak benar-benar tak berdaya. A

