Bab 33

1323 Kata

Fath PoV Rapat pun selesai. Aku bergegas sholat Ashar, lalu pulang ke rumah. Rapat PPM yang ku canangkan ku batalkan karena RTT tadi sepertinya sedikit berbelit dan jauh dari harapanku. Aku masih harus menghadapi Ariana masalah sidang itu, terbuka atau tertutup? Menurutku, terbuka itu transparansi pihak sekolah, dan itu adalah sebuah keharusan. Sesampainya aku di depan rumah, aku teringat pesan ayah. "Ayah titipkan Rizky sama Ahya, nanti jemput dia ya kalau kamu pulang cepat," ucap ayahku. "Oke ayah!" balasku. "Kalau mau nginep di rumah Ahya gak apa-apa kok, pastikan pintu rumah terkunci, itu aja," sambung ayahku. "Ya yah, Fath tahu kok," jawabku. Aku bergegas ke rumah Ahya. Rumahku masih terkunci. Setibanya di sana, hari menjelang maghrib. Ahya membuka pintu dan meminta ku masuk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN