Ahya PoV Lia masih sibuk dengan pekerjaannya. Aku mendekatinya dan bertanya, "Li, bisakah aku bertanya sesuatu?" "Tentang apa?" tanyanya balik, tanpa menoleh ke arahku. "Tentang hari guru esok," jawabku dengan suara pelan. "Kau tahu tentang part dansa kan?" tanyaku. Lia berhenti menulis, meskipun wajahnya tidak melihat ke arahku. "Sebentar, kau ingin aku menjadi pasangan dansa mu?" tanya Lia, seakan dia membaca pikiranku. "Ya," jawabku, yang sebenarnya aku sendiri mengatakannya dibawah refleks. Entah mengapa jadi begini. "Apa kau serius?" tanya Lia ke arahku. "Ya," jawabku gugup. Lia menarik napas yang dalam. "Apa kau benar-benar yakin?" tanya Lia sekali lagi. "Ya," jawabku dengan nada yang lebih serius. "Berikan aku waktu untuk menjawab," ucap Lia. "Baiklah," jawabku. "Sampai

