Ahya PoV Aku melihat ke arah ketua OSIS, Ariana. Memang, dia adalah ketua OSIS perempuan, dan yang pertama sepanjang sejarah SMA Januari. Aku mendatanginya. "Sesuai apa yang telah ku putuskan, aku revoke dari bagian dansa, dan juga seluruh bagian dari pertunjukkan," ucapku lugas. Sepertinya dia terkejut. "Kenapa?" tanya sambil membalikkan wajahnya ke arahku, dengan nada sangat kecewa. "Bukan hal yang perlu di jelaskan, itu adalah hak ku," jawabku datar, lalu pergi menjauh. Aku bisa merasakan dia melihat ke arahku, tapi aku tak peduli. Dan aku yakin, dia akan sangat kesal. Aku melihat ke lapangan dan para siswa kelas XI IPA mulai berkumpul untuk aksinya. Ariana mengambil mikrofon dan berkata, "berikutnya adalah pertunjukkan dari kami, yaitu kelas XI IPA!" teriaknya lantang. Aku hanya

