Marco menatap David, aneh. Adik sepupu nya itu tumben tidak mengatakan tentang Lala. Padahal biasanya, sepulang sekolah atau bahkan saat akan berangkat sekolah sekalipun. David akan menerocos tentang gadis cantik satu itu. "Kau sudah menyerah?" tanya Marco pada David yang duduk di sebelah nya. Keduanya tengah menonton tayangan tinju bersama. Orang orang tengah pergi ke pesta pernikahan tetangga sebelah. Disa pula sedang sibuk memikirkan tugas kuliah nya, lagi pula gadis yang satu itu hampir skripsi. "Menyerah untuk apa?" tanya David. "Lala." David mengerucut kan bibir nya. "Menyerah? tidak akan. Aku sedang sakit gigi bodoh. Mana mungkin mau bicara panjang lebar." balas David dengan nada kesal. "Kau sakit gigi?" David mengangguk. "Syukur lah, lebih baik kau sakit gigi setiap hari"

