58

1139 Kata

Barella antarkan Ima sampai di depan pintu kamar tamu. Di mana akan Ima tempati untuk tidur. Situasinya sudah lebih terkendali sejak Ima curahkan semua isi hatinya. Setidaknya unek-unek yang bergerombol dalam benaknya berkurang. “Senyaman lo saja.” Pesan Barella seperti itu. “Kamar gue ada di bawah dekat balkon. Kalau butuh apa-apa lo bisa kasih tahu gue atau Mbak Tun. Dia sudah gue kasih tahu kok. Pokoknya bikin setenang mungkin pikiran lo selama di sini. Kalau capek lo sudah hilang, besok pagi bisalah jalan-jalan keliling kompleks.” Barella tersenyum manis. Ima tidak keberatan dan mengangguk sebagai persetujuan. “Maaf banget jadi ngerepotin lo dan suami. Nantinya gue ada rencana kost. Mungkin besok bisa kita cari survey tempatnya.” “Nggak perlu cari kost. Lo bisa di sini kapan pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN