20

1101 Kata

Sekarang giliran Liana Wijoyo yang memainkan peran panggungnya. Sekali pun tahu tidak akan di terima oleh istri Cakra Yudhistira, Liana tetap nekat dan menebalkan mukanya. Toh, dirinya sudah terbukti sebagai anak biologis Cakra. Dan bukti itu cukup bisa membungkam semua orang yang ada di ruangan ini, di meja makan milik keluarga Cakra Yudhistira. Pagi-pagi sekali, Liana sudah hadir dan duduk manis di ruang tamu rumah Cakra. Nyonya Yushistira hanya bisa mendengus kesal dan tidak banyak yang bisa dilakukan seperti biasanya. Karena, ya untuk apa? Itu cuma buang-buang tenaga doang. “Bisa, kan pa?” Liana sedang memohon—tidak—lebih tepatnya merayu Cakra. Dan pria paruh baya itu terlihat tenang meski isi kepalanya sedang bertarung dan hatinya rungsing maksimal. Lalu lagi-lagi, tidak ada yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN