48

1014 Kata

Hari-hari mulai berlalu. Sampai tiba masa di mana Barella menunggu hari untuk melahirkan. Yang paling girang adalah ibu mertuanya. Yang sudah Barella anggap seperti ibu sendiri. “Kamu nggak rasain tegang?” tanya mami Sagi yang masih cantik tanpa perubahan. Usianya boleh saja sudah paruh baya, namaun kebugaran masih terlihat jelas di tubuhnya. Terutama di wajahnya yang cerah dan bersinar. Kalau begini, pantas papinya Sagi betah ada di rumah. Maminya pintar merawat diri. Toh jika nggak begitu, santer soal pelakor alias perebut laki orang nggak tanggung-tanggung kasusnya. Ya kalau perepuan elegan, suaminya di rebut mah bakal di kasih saja. Ibaratnya, ambil nih bekas gue, sis ague. Tapi bagi sebagian orang, nyatanya ada yang memilih mempertahankan rumah tangganya karena suatu dan lain hal.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN