53. Sosok Kebanggaan

1380 Kata

"Mike, sini aja deketan. It's okay kok kalau mau nyoba gendong ponakan kamu. Dia anteng banget kalo lagi tidur gini." Moko menatap Mike yang masih berdiri di belakang Ella dengan wajah tertunduk sungkan. Pemuda pendiam yang tak lain adalah adik sambung Moko itu hanya tersenyum kaku sambil mengangguk kecil. Benar-benar menjadi sosok remaja blasteran yang santun sekali. "Bu," Moko kini menatap Marlina, ibunya yang masih tak bosan-bosannya memainkan jemari super kecil milik cucu pertamanya. "Hmmm," sang ibu hanya berdeham singkat lantas tersenyum lagi ke arah bayi mungil dalam gendongan Moko. "Mike beneran bisa bahasa Indonesia kan?" tanya Moko entah untuk keberapa kalinya selama kedatangan sang ibu juga Mike dan Ella dari Australia. "Bisa kok, Mas. Dia aja yang pemalu dan lebih pendiam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN