“Siap Mas?” tanya Rahman saat menemani kakak sepupunya di ruang ganti. “Siap dong, lo nggak lihat wajah gue udah seger seribu persen gini.” Moko menoleh singkat sambil menaikturunkan kedua alis tebalnya. “Beughhh, paling juga abis pecah telor dapet jatah bikin dedeknya si Kania.” tebak Rahman asal namun sukses membuat Moko melotot hingga wajahnya pias. “Naah kan, nah kaah diem bae nggak bisa jawab.” Rahman mengangkat jari telunjuknya menunjuk wajah Moko. “Berarti tebakan gue bener kan? iya kan?”sambung pemuda itu sembari tergelak kencang. “Berisik lu jomblo j****y, udah ah ayo keluar. Gue mau tunggu temuin Ella dulu sebelum ke venue.” Moko mengibaskan telapak tangannya. Meninggalkan Rahman yang masih belum selsai bersiap seorang diri, Moko memilih keluar kamar untuk bertemu dengan san

