35. Percaya Sepenuhnya

1776 Kata

Rutinitas Risa di See Wood gallery sudah kembali normal seperti sebelumnya. Bedanya, kali ini lebih menyenangkan dan terasa ringan karena ada Nela, manager dari cabang Depok yang kini ditempatkan di gallery pusat. Perempuan berkerudung yang hanya terpaut dua tahun di atas Risa itu sangat cepat menyesuaikan diri. Hubungannya dengan Risa juga dengan cepat terjalin akrab karena Nela yang begitu mengayomi atasan barunya itu. “Kamu udah sarapan Risa?” tanya Nela begitu ia melewati ruangan Risa yang pintunya sedikit terbuka. “Udah mbak, tadi di apartement seperti biasa. Masuk mbak.” Risa sendiri yang meminta agar Nela tak memanggil namanya terlalu formal dengan sebutan ‘mbak’ atau ‘bu’. Toh kebanyakan pegawai di gallery memang masih sepantaran dengan dirinya, yang termuda hanya Prita yang mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN