"Beneran nggak apa-apa nih, Yah?" tanya Risa setelah beberapa menit berlalu. Sigit yang baru saja selesai menandatangani beberapa berkas yang dibawa Risa dari gallery melengkungkan senyum hangat pada putri sambungnya tersebut. "Nggak apa-apa Mbak Ica, kan memang sejak bulan lalu Ayah udah tawarin biar kamu ambil cuti lebih awal." serunya lantas duduk tepat di sebelah Risa di sofa ruang kerjanya. "tapi malah kamu sendiri yang nggak mau ambil cuti cepat-cepat, mau nunggu segede apa lagi perutnya, Nak. Kamu butuh banyak istirahat menjelang persalinan nanti." sambung pria paruh baya itu dengan bijak. "Tau tuh Yah," Moko yang baru masuk ruang kerja ayah mertuanya ikut menimpali. "Katanya gak biasa diem kalau di rumah, maunya ada kegiatan terus. Aku ajak ke studio juga gak bisa betah lama, k

