13. Bukan Sad Boy

1994 Kata

"Lho, kok udahan sih nangisnya? Nangis lagi dong yang lama." seru Moko saat Risa mulai mengurai pelukan mereka. Gadis itu masih nampak kacau setelah hampir satu jam menangis tergugu dalam dekapan Moko, sahabat yang kini menjadi calon suaminya. "Kok malah disuruh nangis lagi sih?" cicit Risa dengan suara masih serak karena terlalu lama menangis. "Ya, biar lebih lama lagi peluk kamu." jawab Moko santai. Bahkan senyumny semakin lebar saat Risa menatapnya masih berkaca-kaca. "Diih kamu," Risa sengaja mencubit kecil perut Moko. "Nggak apa-apa kok nangis lama, yang nggak boleh tuh sedih yang terlalu lama." Moko menarik lagi tubuh Risa ke dalam pelukannya. "Kan ada aku, aku nikahin kamu karena memang cinta sama kamu, Ca. Sayang banget sama kamu." Risa masih diam karena Moko terlihat ingin me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN