Penyesalan Rara dan Siska

1008 Kata

"Permisi bu Riska, boleh saya masuk," ucap pemantau pendidikan yang mengetuk pintu yang terbuka "Silahkan masuk pak," jawab bu Riska Pemantau itu masuk dan melihat Siska yang sedang menangis, "Apa saya menggangu?" tanya pemantau "Tidak pak, silahkan duduk," jawab bu Riska Pemantau itu duduk dan bu Riska menatap Siska, "Keluarlah.., nanti kita lanjutkan pembicaraan tadi," ucap bu Riska Siska terdiam dan berjalan keluar, lalu Siska duduk di kursi depan ruangan bu Riska dan mencoba membuka kembali nomer Riana yang sudah ia blokir dan menghubungi Riana, tapi sayang tidak ada yang menjawab. "Begini bu.., kami berencana untuk pergi ke rumah duka," ucap pemantau Ucapan pemantau itu terdengar oleh Siska, "Ia pak, saya juga akan pergi," ucap bu Riska "Saya dan rekan-rekan saya akan berga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN