Keadaan semakin kacau membuat Profesor Casey banyak pikiran. Ia tak menyangka jika tempat yang ia lindungi justru hancur di tangan orang yang tak ia sangka. Betapa sedih dan terlukanya ia mengetahui dua benda berharga telah di curi oleh Diego cucunya. Ia duduk termenung dengan pandangan yang kosong, merenungi perjalanan hidupnya dengan berbagai proses yang tak mudah. ''Aku hanya manusia yang ingin melakukan sesuatu yang bisa berguna untuk keturunan ku nanti. Tapi, aku sekarang sudah gagal di saaat semuanya belum selesai dengan maksimal. Tak habis pikir cucu yang aku nsayangi justru tega melakukan ini kepada ku.'' Suara Profesor Casey terdengar lirih seperti menahan batu besar yang menghantam batinnya. Ia sangat terluka atas kejadian yang menimpa Jill. ''Tidak perlu berkata seperti itu

