Tulang belulangnya seolah tak ada dan ini membuat tubuhnya lemas. Sengaja menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Lutut bersimpuh di hadapan langit sembari berteriak dan menangis. Ia sangat marah kepada keadaan yang tak mendukung dirinya. Ia malu dan juga kecewa lantaran cintanya bertepuk sebelah tangan. Tubuhnya yang lemas terkulai di hamparan tanah yang luas. Tak beralas selembar kain pun agar ia bisa merasakan kehangatan tanah malam. Ia menatap ke langit, memandang jauh ke bintang-bintang. Tampak ada iri tumbuh dari dalam dirinya, ketika melihat ke atas sana tetap bercahaya meskipun malam semakin gelap. Malam semakin larut, langit semakin pudar cahaya. Tidak seperti di awal tadi yang memperlihatkan langit masih cerah, meskipun hari berganti malam. Semakin malam justru semakin cahaya dari bintan

