“Profesor Casey, buka pintunya.” Terdengar suara pintu di gebrak. Ada yang datang dengan terburu-buru dan membawa kabar yang buruk. “Profesor Casey tidak menjawab. Dia sepertinya tidak ada di tempat.” Ia terlihat semakin bingung karena tak mendapat sambutan. “Profesor, buka pintunya. Saya membawa kabar duka.” Berulang kali menggedor pintu, tetap saja tidak ada sahutan. “Jika Profesor Casey ada di dalam sini, sudah pasti menjawab panggilan. Teriakkan tadi sangat keras, mustahil jika dia tidak mendengar.” Ia kecewa karena tak mendapati pemilik rumah. Ia menyandarkan tubuhnya di depan pintu dengan wajah sedihnya. Ia berharap bisa menemui Profesor Casey dan menceritakan apa yang telah dilihatnya. “Baiklah, saya harus pergi dari tempat ini. Aku akan meninggalkan pesan untuk Profesor

