Eyang uti yang sedari tadi memperhatikan Larissa, mulai agak tidak nyaman. Larissa terlalu berisik dan mengganggu ketenangan pasukan raja jin. Eyang uti dan beberapa orang sudah meninggal dan masuk dalam perjanjian tumbal, maka harus mengabdikan diri pada raja jin. Beberapa pasukan nampak memandang ke Larissa. Mengincar dan menginginkan tubuh perawan ini. Bau harum dari seorang gadis bisa membuat para jin ingin mendekat serta membujuk ke tindakan yang tidak baik. "Larissa, jangan bikin gara-gara. Apa kamu mereka mengambil mu?" "Kenapa mereka memanggil ku, bukan kah aku belum mati! Aku sekedar jalan-jalan di dunia mereka. Itu juga bukan aku yang menginginkan," jawab Larissa. Gadis ini dengan sinis terus saja menjawab apa kata eyangnya. "Larissa kamu memang susah dinasehati. Meskipu

