Tipu Daya

1704 Kata

“Jadi kakek itu mau menolong Ayah, tapi Ayah tak menghiraukan?” tanya Evelyn. “Tidak mungkin Ayah seenaknya saja memberhentikan mobil di saat tuan terburu-buru,” sahut sang ayah. “Setidaknya Ayah harus peka, agar selamat.” “Ayah tetap melanjutkan perjalanan, walaupun hati ragu. Saat itu pikiran Ayah pecah ke dua tempat.” “Di dua tempat? Maksud Ayah apa?” tanya Eve. “Jadi Ayah sedang ada keperluan dengan nyonya. Ayah menemui tuan, tapi juga ada nyonya yang menunggu. Ayah bingung, di sini ada tuan yang meminta pertolongan. Nyonya dan tuan orang yang sama-sama penting. Ayah, sebenarnya khawatir nyonya kenapa-kenapa,” ucap ayahnya Evelyn. “Ayah mengkhawatirkan tentang apa? Apakah Ayah masih memiliki rahasia?” tanya Evelyn “Iya.” “Apa, Ayah?” “Ada,” sahut ayahnya Evelyn. Evelyn terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN