Jeha melihat Johnny yang sedang memandang bintang-bintang di langit dengan tatapan kosong, entah apa yang laki-laki itu sedang pikirkan namun Jeha merasa sangat iba kepada Johnny yang tidak ada henti-hentinya merenung seperti ini. Kondisinya memang membaik, semakin hari dia semakin sadar dengan dirinya sendiri, melakukan tindakan hal normal, makan tiga kali sehari, dan selalu mencukur rambutnya yang sudah mulai panjang. Johnny sudah seperti layaknya laki-laki normal. Tapi, soal untuk melupakan Luna di dalam hidupnya memang agak berat untuk dia lakukan, dan Jeha sangat merasakan apa yang Johnny rasakan. "Malam." Sapa Jeha lalu kemudian mendekat dan berdiri di samping laki-laki itu. Johnny meliriknya dan tersenyum, "Juga." Jawabnya. Ya, satu lagi. Johnny sudah bisa meresp

