Hanna sama sekali tak saling memberi kabar dengan Sura. Semenjak pertemuan terakhir mereka di caffe, pria itu tak membalas pesan yang terakhir kali dikirimkan oleh Hanna. Pria itu juga tidak mencoba menjelaskan mengenai berita yang keluar. Hanna juga malas untuk bertanya ataupun mencari tahu. Pantang baginya untuk menunjukkan kelemahannya sendiri. Ia tak mau lagi patah hati hanya karena laki-laki. Ia mencoba tak peduli, meskipun tiga perempat dirinya sangat penasaran dan ingin tahu. Hanna menatap lukisan abstrak yang ada didepannya. Ia sendiri tidak tahu, apa yang tengah dia gambar. Kacau, begitulah setidaknya yang dia lihat sama persis seperti hatinya. Hanna yang kesal sendiri langsung melempar kuasnya dengan frustasi. Ia kemudian mengambil jaketnya dan keluar apartemen. Ia memutuskan u

