"Kenapa kau tak ingin aku menghabisi pria itu?" ujar Sura. Ia sama sekali tak menyukai sikap Hanna. Menurutnya Hanna terlihat seperti membela pria itu. Padahal ia sudah berkali-kali menyakiti gadis itu. "Kau jangan mengotori tanganmu hanya untuk melenyapkan pria b******k seperti itu. Biarkan saja hukum yang mengadilinya. Aku tak akan membiarkannya lolos begitu saja," ujar Hanna datar. Sura memandang Hanna dengan ekspresi bingung. Ia kadang tidak bisa menebak jalan pikiran gadis itu. Ia masih merasa marah dan ingin melenyapkan pria itu. Ia kemudian mengalihkan pandangannya tak mau memandang Hanna. Ia kemudian berjalan menjauhi gadis itu. Hanna melamun lalu kemudian gadis itu pada akhirnya menangis tersedu-sedu. Tubuhnya terasa kaku sekali dan kejadian beberapa saat lalu masih membayang

