Sore itu ara terduduk sendiri di kamarnya,melihat ke luar jendela,bayangan orang itu masih melekat di ingatannya,kembali ara menangis dan merasakan sakit di hatinya. "wae, wae naega neoleul saranghae jimin-a,aku berusaha keras melupakanmu,tapi mengapa rasa ku tak pernah hilang.." Ara terus menyalahkan dirinya,ketika malam tiba,ara terbangun dari tidurnya dan melihat jeremy di hadapannya,dirinya langsung duduk dari tempatnya dan kebingungan. "Bukannya tadi aku ada di lantai ya.." "Ya,dan kau hampir mati karna tidur di sana,makanya aku pindahkan ke sini.." "Tidur..???" bingung "Ra,kau ngak lupa ingatan kan.." "Aish,gila,aku baik-baik saja.." "Benarkah,oh tadi yang menelfon ke ponselmu.." "Siapa..?" "Aku tak tau namanya,korea semua tulisannya.." "Hmm,mana ponselku.." Jeremy pun be

