Rindu itu berat, apalagi jika kau tidak tahu apa atau siapa yang sebenarnya kau rindukan. ***** “Kau sudah pulang?” Suara itu berasal dari anak tangga menuju lantai dua. Seorang pria paruh baya sedang berdiri di sana dengan wajah angkuhnya. Tangan pria itu menyilang di belakang tubuh. Tatapannya begitu tajam. Sehan mengalihkan atensi dari pria itu dan menghela napas berusaha sabar. “Aku ingin menjenguk Ibu.” “Ah, begitu rupanya?” Pria yang merupakan sang empunya rumah itu pun perlahan menuruni anak tangga. Mendekati sang putra sulung. “Aku kira kau tetap tidak mau pulang, bahkan setelah mengetahui kondisi ibumu. Rupanya kau masih sudi menginjakkan kaki di sini.” Hwan menegur lirih. “Ayah ….” Tangan Sehan terkepal di sisi tubuh. Rahangnya pun ikut mengeras. Pria itu tersulut amarah,

