Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta karena cinta itu datangnya dari hati dan tanpa dinanti. ***** Nara tidak berhenti memandangi Sehan yang sejak tadi sibuk bercengkerama dengan Dokter Will yang juga merupakan direktur rumah sakit. Saat ini, Nara dan kedua pria itu berada di ruangan Dokter Will, berbincang sambil menikmati secangkir kopi. Tadinya Nara menolak untuk ikut, tapi karena Dokter Will setengah memaksa, akhirnya dia bersedia ikut juga. Nara punya alasan kenapa dia terus memandangi Sehan. Bukan, ini bukan karena ketampanannya, tapi karena wajahnya terasa familiar di memori Nara. Si Gadis Kim merasa pernah berjumpa dengan pria itu entah kapan dan di mana. “Kim Nara tidak hanya cantik, tapi juga cerdas, berbakat, dan memiliki jiwa sosial tinggi. Jarang-jarang ad

