Cukup lama tidak juga kembali ke pawon / dapur. Tuan Gimin menjadi kawatir dengan gadis pemalu itu. Pikirannya menjadi bercabang, apa yang dipikirkan oleh Sekar hingga tak tampak kebencian sedikit pun di wajah itu. Untuk menuntaskan rasa penasarannya, tuan Gimin pun mencoba ke luar, menyengajakan diri untuk melewati kamar Dwi agar tahu sedang apa Sekar di dalam sana. Ada mungkin sedang menangis karena ucapannya yang menyakitkan itu? Atau memang Sekar tidak merasakan apa pun setelah mendengar ucapannya? Masih kuekeh dengan rasa cintanya ke putranya itu? “Ada apa, Dik Sekar?” Tuan Gimin segera menyembunyikan dirinya. Tidak menyangka kalau Danuri sudah pulang dan di dalam kamar bersama dengan Sekar saat ini. Tuan Gimin pun diam, siapa tahu dia akan mendengar sesuatu yang membuat rasa ingin

