Selesia bersiap. Ana yang sudah siap untuk berangkat. Dengan gaun seksi tanpa lengan. Hanya tali kecil di atas pundaknya. Sepertinya untuk penyangga gaunnya. Serta rok pendek di atas lututnya yang terlihat begitu pas dengannya. Rok yang terlihat sangat pendek. Satu jangka di atas lututnya. "Ana... kamu sudah siap?" Tanya Miko. Kedua mata Ana melebar seketika saat melihat Miko sudah duduk di depan. Seolah dia sengaja menunggunya untuk berangkat bersama. Ana menelan ludahnya susah payah. Dia menatap ke arah pintu. Dia pikir jika Zain akan menjemputnya. Sepertinya tidak. Dan, sejak kapan kakaknya bangun. Bukannya dia tadi masih tidur. Apa aku sekarang salah lihat. Ana semakin bingung di buatnya. "Ana.. kenapa kamu diam? Kamu capek? Atau, kamu masih mau tidur lagi?" Tanya Miko memastikan

