Meminta maaf

1141 Kata

Zain berdiri tepat di depan Ana. Dia memejamkan matanya sejenak. Mengatur napasnya yang masih terasa sangat gugup. Wajah yang begitu pucat melihat kondisi Ana sekarang. Sudah hampir 3 hari dia belum juga sadar dirinya. Dia belum merasa tenang melihat Ana seprti ini. Dalam satu tarikan napasnya, Zain dengan penuh ragu. Dia memberanikan dirinya berjalan mendekat ke arah Ana yang masih berbaring di ranjangnya. Dia tak kuasa menahan air matanya. Wanita yang selalu dia perhatikan dari jauh. Kini dia bisa melihatnya dari dekat lagi. Dan, sekarang bahkan dengan kondisi yang berbeda. Ana masih belum membuka matanya. Dia tak henti terus menyalahkan dirinya. Zain melirik sekelilingnya. Dia tak melihat kakak Miko tidak ada di sana. Zain menghela napasnya lega. Dia berdiri tepat di samping Ana. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN