"Aku antarkan kamu sampai rumah ya." Ucap Zain. "Tidak usah. Aku nanti di rumah kakak aku. Kalau kakak aku sampai tahu jika aku di antar laki-laki dia pasti sangat marah. Dan, satu lagi dia sangat tidak suka ada yang mendekati aku semua gara-gara Edward yang tiba-tiba pergi dariku." "Iya.. aku paham." Ucap Zain. "Maaf, soal tadi. Aku tidak bermaksud nyalahin kamu ya. Atau tanya lebih tentang masa lalu kamu. Jika kamu terbebani dengan perkataan bilang saja. Aku akan merubahnya." kata Zain bingung. "Aku memang banyak salah tapi setidaknya aku bisa membuat orang di sekitar aku tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan dulu." "Apa kamu pernah melakukan hal sama dengan aku. Apa memang kamu pernah patah hati?" Tanya Ana, mengedipkan mata menatap ke arah Zain. Zain mera

