"Zain. Bentar! Kamu gak masalah kan dengan apa yang kita lakukan tadi!" Tanya Miko. Dia meraih tangan Ana lebih dekat dengannya. "Maksudnya apa?" tanya Ana bingung. Miko mendekatkan wajahnya. Dia mencengkeram pergelangan tangannya, mencegahnya pergi dari hadapannya. menariknya kembali duduk di samping kursi. kedua mata Ana saling tertuju dalam diam. Dengan bibir menganga tak percaya di depannya. "Kak... Apa yang kakak katakan?" Tanya Ana memastikan. Miko menghela napasnya. " Ana sebanrnya akh ingin kamu tahu satu hal." kata Miko, menarik tengkuk belakang leher Ana lebih mendekat padanya. Sebuah kecupan lembut mendarat di bibir mungil Ana. Kedua mata Ana melebar sempurna. Astaga... Apa yang kak Miko lakukan? ada apa dengannya? Bukanya tadi dia bilang tidak mau lagi denganku? Dan, s

