Bukan Lagi Rara yang Sama

3630 Kata

Tubuhku masih bergetar; gelombang itu belum sepenuhnya reda. Di balik hangat yang masih melekat, ada dingin yang perlahan menggigit di d**a. Bayangan tentang kehamilan terus berputar di kepalaku, mengusik dengan kecemasan yang tak bisa diusir. Air mataku menggenang-entah karena lega, takut, atau marah pada diri sendiri. Tubuhku terasa berat, bukan karena lelah, melainkan karena kehilangan arah. Napasku tak beraturan, dan setiap kali kucoba menarik udara dalam-dalam, dadaku terasa sesak, seolah ada sesuatu yang menekan dari dalam. Aku ingin meyakini bahwa semua yang baru terjadi hanyalah luapan perasaan-sesuatu yang bisa kuterima tanpa ada penyesalan. Namun ketika keheningan datang, semua sensasi itu berubah menjadi bayangan kelabu. Aku tidak tahu lagi apakah aku masih bisa membedakan a

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN