“Gimana? Udah enakan?” Kenan melontar tanya ketika melihat Vey yang baru saja membuka mata. Dia mendadak jatuh tidak sadarkan diri saat tidak sengaja menghidu aroma masakan dan menyebabkan rasa mual. Beruntung, Kenan membawa Vey keluar tidak terlalu jauh dari kediamannya sehingga bisa lekas meminta pertolongan sang Mama yang dengan sigap memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Vey. Perempuan yang ditanya tidak segera menjawab, melainkan mencoba bangkit dari posisi tidurnya sembari memegangi kepala. “Kalau masih pusing, kamu tiduran dulu aja.” Kenan kembali bersuara, tapi Vey tidak menghiraukannya dan lebih memilih untuk tetap bangun. Dengan sigap, Kenan meraih bantal dan meletakkan di belakang Vey supaya dia merasa nyaman dalam menyandarkan punggung pada headboard ranjang. “Aku di

