Secinta Itukah?

1100 Kata

“Barang-barang Non Vey udah diangkut semua ke mobil.” Nia memberi tahu Vey yang masih terduduk di bangku depan jendela kamar. Pikiran Vey mendadak campur aduk antara ingin tetap tinggal, tetapi juga ingin segera pergi. Dia baru menyesap s**u Ibu hamil setengah gelas dan berjanji kepada Kenan untuk menghabiskannya sebelum meninggalkan rumah. Namun, Vey tidak kunjung memenuhi janji karena pikirannya mendadak kacau. “Makasih, Bi,” ujar Kenan karena Vey tidak kunjung membalas ucapan Nia. “Makasihnya sama Pak Broto yang angkatin kopernya, Den. Masa sama Bibi. Bibi kan cuma mengingatkan aja.” Nia tidak kuasa menyembunyikan rasa sedih karena hendak melihat kepindahan Vey yang sejujurnya tidak dia inginkan. Lagi pula, selama ini Nia sudah selalu menemani Vey bahkan menganggap perempuan itu sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN