Jangan Pernah Mimpi!

1018 Kata

"Nan, aku ke mobil duluan, ya? Udah kenyang." Vey pamit begitu Rey duduk di sebuah bangku yang terletak antara dirinya dan Kenan. Rasanya sudah tidak nyaman lagi untuk berdekatan dengan Rey. Perempuan itu pun tidak tahu kenapa perasaan nyamannya terhadap Rey selama ini bisa berubah drastis menjadi sebaliknya. Bahkan Vey yang sudah jatuh terlalu dalam pada pesona Rey, bisa menjadi sebenci itu dalam waktu singkat. Lebih tepatnya kecewa. Ya, perempuan mana yang tidak akan kecewa melihat laki-laki yang dicintai tengah bermesraan dengan kaum hawa yang lain? Terlebih, laki-laki itu sudah membuatnya hamil. Vey benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rey. Vey sungguh menyesal. Andai saja sejak lama dia mendengar peringatan yang selalu digembor-gemborkan Kenan, mungkin dia tidak si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN