“Enggak bisa. Ada yang lebih penting, yang harus saya sampaikan ke Vey. Lebih baik meet up aja.” Rey terang-terangan menolak ketika Kenan memintanya untuk mengirim jadwal kesibukan Altezza di resto melalui email Vey. Satu hal yang sama dengan perkiraan Kenan sebelumnya. Dia sudah menduga bahwa Rey akan menggunakan kesempatan ini untuk meminta bertatap muka dengan Vey sekaligus meminta kejelasan tentang alasan marahnya Vey terhadapnya. “Jadi gimana?” bisik Kenan di telinga Vey yang sejak tadi mendengar pembicaraannya dengan Rey. Vey tidak mengatakan apa-apa. Perempuan itu justru mengambil ponsel begitu saja dari tangan Kenan. “Om, kenapa harus ketemu? Om Rey bisa kan, kirim aja jadwal Papa lewat email aku? Semudah itu, kenapa harus ribet pakai ketemuan segala?” protes Vey to the point.

