Kenapa Bisa Berantem?

1150 Kata

"Non Vey, selamat pagi ...." Nia mengetuk pintu kamar Vey sembari memanggil nama empunya kamar. Sudah beberapa kali, tetapi anak semata wayang majikannya itu tidak kunjung membukakan pintu. “Non, udah bangun, kan?” serunya lagi. “Gimana Bi? Enggak mungkin kan, kalau Vey belum bangun? Soalnya kemarin aku udah bilang kalau mau ajak dia berangkat lebih pagi.” Kenan menghampiri Nia yang segera menoleh kepadanya sambil menggelengkan kepala. Kenan mendesah lelah. Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suami Vey itu mengetuk pintu kamar calon istrinya. “Vey ... kamu belum bangun? Kan udah janji mau sarapan dulu di luar sebelum ke sekolah.” Kini giliran Kenan yang bersuara, berharap Vey akan menyahut begitu mengetahui keberadaannya di rumah tersebut. “Apa mungkin Non Vey ngedrop lagi ya, D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN