Naya ke dapur untuk membersihkan bekas sarapan. Sarapan yang cukup menyakitkan seumur hidupnya. "Woy pelakor!" suara Hana kembali menggema membuat Naya terkejut. Prang Piring yang ada di tangannya jatuh dan pecah tepat di depan Hana. Hana marah sekali melihat piringnya pecah akibat kelalaian Naya. Hana menghampiri Naya dan menarik rambutnya. "Aduh sakit, Nyonya." Naya merintih kesakitan karena tarikan Hana yang kuat. Bahkan beberapa helai rambut tertinggal di tangan Hana. "Ini adalah balasan untuk pelakor, oh ya aku dengar kamu sudah pernah merebut suami orang ya. Jadi udah kebal dong dengan siksaan istri sahnya." Naya semakin takut dengan kegilaan Hana. Hana menarik rambutnya dan membawa Naya ke kamar mandi. "Rasakan ini!" Hana mendorong kepala Naya ke dalam wastafel berisi air hin

