Panggilan sidang kedua telah ditentukan oleh pihak pengadilan. Amanda maupun Arman siap - siap untuk menghadiri agenda sidang kedua dan didampingi pengacara masing - masing. "Jika kamu tidak mau hadir juga tidak apa - apa. Biarkan saja putusan pengadilan yang menentukan. Lagian juga kamu tidak mengharapkan harta gono gini, kan?" Bara mengejutkan Amanda ketika termenung di halaman rumahnya. "Bara, mengagetkan saja." Amanda dilema antara hadir atau tidak. Hinaan dari mantan mertua tidak ingin dia dengarkan lagi. Amanda ingin segera lepas dari hubungan yang kurang sehat bersama Arman. "Sejak kapan kamu disitu?" Bara duduk di samping Amanda. "Sejak tadi memperhatikanmu lagi galau." Entahlah! Semakin nyaman hati Bara ketika dekat dengan Amanda. "Om Herman akan menghadiri sidang dan Om

