"Obatmu jangan lupa diminum, Faris!" pesan Dokter Amir ketika kembali mengingatkan Faris untuk selalu mengkonsumi obatnya. "Tenang saja, Aku akan selalu mengkonsumsi obat ini agar usiaku lebih panjang." Dokter Amir heran dengan perubahan Faris, wajahnya selalu menampakkan rona kebahagiaan. Tidak seperti biasanya yang hanya pasrah menunggu maut datang menjemputnya. Lemahnya otot jantung akibat dari kebiasaannya dulu. "Tumben semangat, apa sedang jatuh cinta?" Dokter Amir mengorek alasan pasien sekaligus temannya atas perubahan yang telah dia dapatkan. "Hanya bertemu dengan cinta pertamaku, dan statusnya juga akan resmi menjanda. Mungkin ini kesempatanku agar bisa hidup bersama dengan wanita pujaanku diakhir hayatku." Faris menerawang ke langit - langit ruangan Dokter Amir. Dokter Amir

