61. Abi Juga Pecah

1631 Kata

Seminggu berlalu, di halaman belakang yang hijau terlihat Renat sedang menyiram tanaman. Dress rumahan warna hijau emerald serupa dengan tanaman pun tampak membalut tubuhnya yang dari hari ke hari terlihat lebih segar. Gelap di bawah mata kini sudah pergi, sebab obat yang Renat konsumsi selalu membuatnya tertidur selepas salat isya. Setelah sebelum itu ia menyiapkan makan malam seadanya untuk Abi, atau memesannya dari rumah makan. Pipi yang dulu sebulat mochi, perlahan berganti. Renat tidak mampu makan sebanyak dulu sebab kesulitan untuk menelan. Pikiran dan batinnya masih tertekan, sehingga tidak ada hal terbaik yang sering sekali Renat lakukan selain melamun. Renat berjalan ke arah keran, kemudian memutar benda itu sampai putaran air tertutup. Wajahnya terlihat pucat karena kelelahan, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN