“Sudah malam. Sebaiknya kamu istirahat. Pastikan besok mampir ke rumah sakit.” “O ... ke.” Arisha terbata menjawab kalimat Harlan. Ia seolah disadarkan kembali dari lamunannya. Membuatnya semakin yakin untuk menghindari laki-laki itu. Sementara Harlan hanya termenung mendapatkan respon yang terlalu biasa saja dari Arisha. “Ya, udah. Saya pamit du ....” “Aku punya pertanyaan.” Arisha sengaja memotong kalimat Harlan. Harlna menatap Arisha dan mengangguk. Kemudian ia menarik stool bar dan duduk di atasnya. “Pertanyaan tentang apa?” “Tentang kita, “ jawab Arisha tanpa basa-basi yang justru terdengar ambigu bagi siapa pun yang mendengarnya. Harlan sendiri terlihat menahan senyum gelinya ketika Arisha melontarkan kalimat itu. “Tentang kita? Kamu dan saya, maksudmu?” ta

