Dengan langkah percaya diri Arisha mendorong kursi roda Rayhan memasuki ruang rapat yang baru saja dibukakan oleh Harlan. Cantika mengikuti denganlangkajh anggunnya. Semua orang yang hadir di ruangan itu pun terkejut dengan masuknya tiga orang tersebut. Tidak ada yang tidak berdiri ketika Arisha dan kedua orangtuanya masuk ke dalam ruang rapat. Arisha hanya masuk sampai ke di ambang pintu saja. “Selamat pagi semuanya.” Rayhan menyapa hangat semua orang di dalam ruangan. Namun hanya keheningan yang menyambutnya. Ekspresi terkejut belumlah hilang dari raut wajah semua yang hadir di ruang rapat. “Anda benar Rayhan Susilo Reswari?” Pak Sahir yang pertama kali membuka suara. Rayhan tersenyum. “Senang bisa kembali bertemu denganmu, Sahir Rajata.” Setelah mendegar kalimat itu hampir
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


