POV VIONA Setelah pertengkaran ayah dan anak selesai, aku segera ke dapur meminta pada pelayan untuk membuat sarapan pagi Tomas dan Vivi. Mereka mungkin lapar setelah perjalanan jauh. Kejadian tadi masih terekam jelas di otakku, bagaimana kemarahan Richard pada Tomas. Pria itu sangat menakutkan ketika marah, aku tidak habis pikir Tomas yang serakah terus mendesak anaknya agar di beri perusahaan. Apa dia pikir membangun perusahaan sama seperti membalikkan tangan? Tentu saja tidak, Richard berjuang mati-matian mempertahankan perusahaan yang kakeknya berikan dan membangun perusahaan lain. Tomas tidak pernah tahu bagaimana penderitaan anaknya selama ini, ia hidup bagai sebatang kara yang tak punya siapa-siapa. Richard melakukan apapun sesuai kehendaknya, dia memiliki banyak uang tapi tak me

