POV VIONA Keluar dari kamar Queensha aku terus saja menangis menuju taman belakang. Aku butuh privasi untuk diriku sendiri, menenangkan hatiku yang tidak sanggup mengingat ancaman dan makian Richard. Mencintai sepihak itu sangat sakit, aku tidak sanggup lagi bertahan dalam ketidak pastian. Bodohnya, aku selalu berharap banyak akan cinta yang terbalas. Kupandangi taman yang bunganya sudah bermekaran, bau semerbak menyeruak di hidung. Aku duduk di kursi panjang putih yang terletak di taman. Aku sedikit menunduk menyembunyikan wajahku yang sudah di penuhi air mata. Sesekali aku menyekanya, berharap luka di hati bisa sedikit mereda. Ini tidak mudah bagiku, bertahan untuk cinta yang sebenarnya salah. Kenangan masa kecil kami kembali berputar di otakku, Richard yang baik dan perhatian. Dia pu

