Kesal dengan hutang instan yang harus ditanggungnya sebanyak 700.000 dollar, Ruby akhirnya mengalah sampai ke tulang di hadapan Aidan Huo. Pria itu bahkan berkata belum menyelesaikan semua perhitungannya setelah kekacuan yang dibuat olehnya. Kalimat dingin itu diucapkan sepanjang jalan menuju bangsal, sementara di sebelahnya terdapat Argon yang dipapah oleh seorang perawat pria. “Apakah begini caramu berbisnis? Bersikap licik dan kejam tanpa perasaan?” sinis Ruby jengkel ketika sudah kembali duduk bersandar di tempat tidur, menatap dingin dan tajam pria di sebelahnya. Aidan hanya menatapnya dalam dian, tidak melakukan apa pun selain meraih semangkuk sup untuknya. Ruby tidak menyerah untuk menyentil ego pria itu. Jika tidak bisa melawannya, setidaknya dia bisa menghinanya dengan kata-ka

