Pertempuran satu lawan satu akhirnya pecah di dalam Istana. Kaisar Zhang masih tetap tenang walau hatinya terus-menerus mengumpat. Jumlah pasukan keduanya memiliki jarak yang cukup besar karena seperempat pasukan milik kaisar Zhang harus di gunakan sebagai pertahanan untuk melindungi para wanita. Mereka tidak bisa pergi dari sini, akan berbahaya jika prajurit Zhang Yu tiba-tiba menyerang. Suara pedang yang beradu, percikan api, teriakan, dan bau darah memenuhi langit malam yang sangat tenang ini. Semua orang sudah kelelahan tapi sama sekali tidak ada yang mau mengalah. Keringat terus menetes dari dahi setiap orang, baju mereka yang basah dan lengket memperlihatkan bentuknya tubuh yang sangat menggoda. Sayangnya momen itu tidak terlalu di hiraukan para wanita. Wajah mereka sangat cemas

