Pesta sudah di mulai, makanan di hidangkan. Para gadis menari dan bernyanyi untuk memeriahkan suasana. Suara percakapan dan tawa semakin keras. Bahkan sebagian sudah ada yang mabuk. Hanya Xia yang duduk dengan wajah datar di samping Xiang Yu. Mereka berudua sama sekali tidak mau berbicara satu sama lain. Sedangkan Xiang Yu memasang wajah ramah dan berbicara dengan utusan kerajaan Timur laut. “Ibunda saya sudah menyiapkan kue ulang tahun khusus untuk ibunda.” Jianheeng berdiri dan semua orang seketika diam dan memperhatikan. “Bawakan kuenya kesini!” Kaisar Zhang hanya duduk sambil meminum arak. Dia mengedarkan pandangannya memperhatikan area sekitar kemudian matanya memicing dan senyum tipis terpasang di wajahnya. Empat orang kasim membawa sebuah meja kecil. Kue ulang tahun tiga tingkat ber

