Dua belas kali. Ya, dua belas kali nembak cewek, dua belas kali juga dia dia ditolak. Matanya menatap sedih atap asbes itu. Ditangannya sudah siap k****g emaknya.Bukan untuk dipakai, apalagi untuk lauk sarapan. Tapi k****g itu disambung-sambung jadi tali panjang. Tinggal digantung saja diatas sana. Untuk menjerat lehernya, dan tamatlah riwayatnya. Tidak ada tali, k****g pun jadi.
"Welkooom!! Elo ngapain Welkooom... Buka pintunya, Kooom!! " Emaknya menggedor-gedor pintu kamar, lalu menari kecak, lalu push-up, dan sesekali senam lilin. Agak berlebihan kayaknya. Tapi memang begitulah adanya, sang emak diderita panik yang luar biasa. Sementara itu, pria yang dipanggil Welcome, pantang mundur. Diciumnya k****g emaknya, agak-agak semriwing... kemudian dia bertanya-tanya, apakah emaknya lupa pakai deodoran tadi pagi.
"Welkooom!!!" Kali ini emaknya meraung-raung histeris.
"Pintunya enggak dikunci, Mak!" dan Welcome akhirnya bersuara. Tapi itu telah dikalungkan ke lehernya.
"Ya Allah, Kom. Elu mau bunuh diri, Kom?" tanya emak ketakutan.
"Jangan halangin Welcome, Mak. Welcome enggak mau hidup lagi!"
"Kom, Jangan begitu, Kom. Turun Koom!" Emak menarik-narik celana Welcome.
Emak sama Babeh jahat!" teriak Welcome sambil melirik emaknya. Menunggu respons selanjutnya.
"Maafin Emak, Koom. Emak enggak bakal lagi deh marah-marah kalau Welkom ngabisin jatah nasi. Emak janji koom..."
"Nanti yang bantuin Emak nyari serabut kelapa siapa, yang bantuin Babeh lu nyari rumput siapa, Koom. Turun Kooom!" kata Emak sambil menggelepar di kasur.
"EMAAAK!!" Welcome engga tahan lagi. "Emak jahat banget. Kenapa dulu kasih nama aye Welcome. Kenapa Emaak??"
Emak berhenti meraung. Oh, jadi itu masalahnya, bilang dong dari tadi!
"Gara-gara nama aye Welcome, enggak ada cewek yang mau jadi pacar Welcome!" lanjut Welcome penuh penderitaan, "Si Lusi bilang ortunya enggak mau kalau punya mantu namanya keset. Si Mely juga, males banget pacaran sama keset. Dan gara-gara nama keset ini juga, si Yuli nolat aye. Dia baru mau pacaran sama aye kalo nama aye bukan keset!!"
Si Emak melongo sebentar, lalu tiba-tiba mulunya keceplosan, "Yah, mau gimana lagi Kom. Udah takdirnya kali elu jadi perjaka tua!"
"EMAAAK!!" Welcome tambah nelangsa. "Sekarang Welcome Minta Emak jujur deh! Jujur sejujur-jujurnya! Siapa sebenernya Welcome? Siapaaah sayaaaah? Apa Welcome sebenernya putra yang ditukar? Katakan yang sebenarnya...."
"Ah, korban sinetron elu, Kom. Buruan deh sekarang elu turun, sini k****g emak," kata Emak santai. "Ya Aloooh, itu k****g emak cari-cari dari kemaren. Nemu di mana lu?" Emak melompat-lompat imut sambil menunjuk k****g bergambar Winnie The Pooh.
"Kagat mau!!" tatapan Welcome menyala-nyala, "Welcome baru mau turun kalau Emak mengabulkan permintaan Welcome."
Deng... deng... deng...
Mereka berdua lalu bersitatap. Suasana tiba-tiba jadi mencekam. Seolah di antara mereka ada arus listrik tegangan tinggi sedang memercik. Dalam situasi seperti itu, sebenarnya Emak sangat tidak tahan untuk ketawa ngakak. Maka untuk mnegakalinya, lantas Emak memanyunkan bibir seseksi-seksinya, Alamat!!
"Pokoknya Welcome pingin ganti nama. Titik"
"APAA?!!!" saking kagetnya mendengar penuturan Welcome, Emak hampir mau loncat dari alat pemintal kesetnya. Si Babeh yang lagi asyik ngorok di depan TV, jadi terbangun. Sedetik kemudian, dia tidur lagi. Halahhh!
"Enggak usah lebay deh, Mak. Kan tempo hari Welcome udah bilang kalo mau ganti nama. Nih, tadi sore Welcome nyari nama-nama keren di warnet." jelas Welcome dengan wajah sumringah. Disodorkan selembar kertas berisi 'nama-nama baik dan berkah untuk bayi Anda' kepada Emaknya.
Tangan Emak bergetar saat memegang lembar kertas itu. "Kom... apa elu udah mikir mateng-mateng, Kom? Emak takut kenapa-kenapa kalo elu sampai beneran ganti nama, Kom."
"Ah, Emak. Tinggal pilih aja tuh satu nama buat Welcome, Ada Sebastian, Alessandro, Michael, Daniel, Kevin. Terserah yang mana aja deh Welcome ikhlas. Okeh, okeh, Mak?" pinta Welcome agak manja.
"Kom... Emak mau curhat, boleh?"
Welcome mengangguk pelan. Heran.
Emak berdehem lalu berkata, "Dulu, pas elu lahir. Nama elu bukan Welcome. Nama elu Rendra Sebenernya."
"Wah, itu nama udah bagus, Mak."
"Tapi pas umur lu baru dua minggu, badan lu panuan, Kom," jelas Emak. "Panu dimana-mana. Dimuka, perut, kaki, leher, tangan, jempol, hidung, jari, telinga..... semuanya panuan. Kecuali Rambut."
Mendadak Welcome merasa gatal-gatal.
"Terus, karena penyakit itu enggak ilang-ilang, Emak sama Babeh sepakat ganti nama elu jadi Galuh. Dan, penyakit panunya sembuh," lanjut Emak.
"Nah, itu Galuh juga keren, Mak." Welcome berbinar-binar.
"Tapi..." kata Emak, "Dua bulan kemudian elu sakit bisulan, Kom. Di muka, perut, kaki, leher, tangan, jempol, hidung, jari, telinga.... semuanya bisulan. Kecuali rambut."
Sekarang Welcome melongo. Penjelasan emaknya agak-agak aneh.
"Sampai akhirnya nama elu diganti jadi Farhan. Dan, semua penyakit hilang."
"Nah, itu Farhan keren, Mak." Mata Welcome mengerjap-ngerjap. "Lah, terus.... kok Welcome. Ini gimana sih?"
"Sebentar. Emak belum selesai," kata Emaknya sambil mengangkat tangan. " Pas umur lu tiga tahun, datanglah penyakit lagi."
"Apaan tuh, Mak?" tanya Welcome penasaran.