"Hmmm ... aroma sedap apa ini?" Shan baru saja pulang dan mengendus aroma yang menggelitik perut. Sontak, ia mengikuti aroma dan sampailah di dapur. Menatap Izora yang tengah menggerak-gerakkan spatula. Mendengar suara sang suami membuat Izora menoleh ke belakang. "Tunggu sebentar, satu menu lagi selesai." "Oke, aku mandi dulu." Shan mengangguk tersenyum dan bergegas menuju kamar. Untuk pertama kalinya Izora melihat sang suami tersenyum. Terlebih, senyuman itu dilempar untuknya. Rasanya seperti mimpi yang hadir menjelang malam. Namun bukannya senang, Izora justru terlihat murung. Ia merasa bersalah karena hatinya telah terbagi meski hanya sedikit. "Bukankah ini yang aku nantikan selama ini? Lalu, kenapa aku tidak bisa merasa senang? Aku justru berharap Shan tetap bersikap dingin seper

