33. Ayo Cium Aku!

1016 Kata

"Maafkan aku, Shan," ujar Izora lirih. Baru saja memulai dan Izora sudah langsung ketakutan. Ia merasa tidak enak dan merasa bersalah karena belum bisa melakukan tugasnya. "Tidak apa-apa, kita bisa melakukannya perlahan. Bukankah belum ada sehari dan sudah ada peningkatan yang cukup signifikan?" balas Shan tidak sekedar menenangkan. Tekadnya dan Izora sama-sama kuat. Hanya perlu berusaha lagi dan lagi untuk menyembuhkan trauma itu. Shan yakin, dalam waktu yang sangat dekat dirinya dan sang istri akan menyatu. "Tapi ... kau tidak marah, kan?" tanya Izora takut. "Tentu saja tidak. Lagi pula, kau seperti ini juga karena perbuatanku." Shan memeluk Izora dan mengecup keningnya. Jika Shan marah, mungkin pria itu sudah gila. Izora tidak akan memiliki trauma semacam itu kalau bukan karena re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN